SELAMAT DATANG DI WEBSET SDN ADIWERNA O1 - Kreator Himawan Rosyidi,S.Pd SDN ADIWERNA 01 SD BERSTANDAR NASIONAL KEC.ADIWERNA: Dasar-dasar Pemahaman Pembelajaran dengan Pendekatan Kontekstional.

Minggu, 12 Februari 2012

Dasar-dasar Pemahaman Pembelajaran dengan Pendekatan Kontekstional.

Dalam suatu pembelajaran pendekatan memang bukan segalanya. Masih banyak faktor lain yang ikut menentukan keberhasilan suatu pembelajaran. Faktor-faktor tersebut antara lain kurikulum,program pengajaran sumber belajar,dan teknik penilaian. Ini berarti pendekatan hanyalah satu faktor saja dari sekian banyak faktor-faktor lain. Pendekatan kontekstional dirasa penting karena dua hal pertama. penentuan isi program,materi pembelajaran,strategi pembelajaran,sumber belajar,dan teknik penilaian harus dijiwai oleh pendekatan yang dipilih. Kedua,salah satu acuan untuk menentukan keseluruhan tahapan pengelolaan pembelajaran adalah pendekatan yang dipilih.


Kesadaran perlunya pendekatan kontekstional dalam pembelajaran didasarkan adanya kenyataan bahwa sebagian besar siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pemanfaatanya dalam kehidupan nyata. Hal ini karena pemahaman konsep akademik yang mereka peroleh  hanyalah merupakan sesuatu yang abstrak,belum menyentuh kebutuhan praktis kehidupan mereka.
Pembelajaran kontekstional atau contextual teaching and learning ( CTL ) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata siswa,dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Landasan filosofis CTL adalah kontruktivisme,yaitu filosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal,tetapi merekontruksikan atau membangun pengetahuan dan ketrampilan baru lewat fakta-fakta atau proporsi yang mereka alami dalam kehidupanya.
Untuk memahami secara lebih mendalam konsep pembelajaran kontekstual, COR ( Center for Occupational Research ) di Amerika menjabarkan nya menjadi lima konsep yang disingkat REACT, yaitu Relating,Experiencing,Applying,Cooperating dan Transfering.
Relating adalah bentuk belajar dalam konteks kehidupan nyata atau pengalaman nyata. Pembelajaran harus digunakan untuk menghubungkan situasi sehari-hari dengan informasi baru untuk dipahami dengan problema untuk dipecahkan.
Experiencing adalah belajar dalam konteks eksplorasi,penemuan,dan penciptaan. 
Applying adalah belajar dalam bentuk penerapan hasil belajarkedalam  penggunaan dan kebutuhan praktis.
Cooperating adalah belajar dalam bentuk berbagi informasi dan pengalaman,saling merespon dan saling berkomunikasi.
Transfering adalah kegiatan belajar dalam bentuk meanfaatkan pengetahuan dan pengalaman berdasarkan konteks baru untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman belajar yang baru.
Karakteristik Pembelajaran Kontekstual
1.Learning in real life setting
2. meaningful learning
3. Learning by doing
4. Learnin in a group
5. Learning to know each other
6. Learning to ask, to inquiri
7. Learning as an enjoy activity

Secara lebih sederhana Nurhadi mendiskripsikan karakteristi pembelajaran kontekstual dengan cara menderetkan sepuluh kata kunci yaitu :
- Kerjasama
- Saling menunjang
- Menyenangkan,tidak membosankan
- Belajar dengan gairah
- Pembelajaran terintegrasi
- Menggunakan berbagai sumber
- Siswa aktif
- Sharing dengan teman
- Siswa kritis
- Guru kreatif



Tidak ada komentar:

Posting Komentar